Dr. Bagus Takwin , M.Hum.

About Me
Pandangan Publik

Comments

bagus-t's picture

Saya lahir di Bandung pada 31 Agustus 1970. Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Saya memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam kegiatan penelitian, pelatihan, intervensi sosial, pendampingan dan konsultansi untuk kementerian dan lembaga pemerintah, perusahaan swasta dan BUMN, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil. Bersama tim, saya  pernah meneliti kepribadian calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilu RI 2004 yang hasilnya, 16 tulisan, dipublikasi di harian Kompas selama 5 hari berturut-turut. Pada 2009, kami juga meneliti kepribadian calon presiden dan calon wakil presiden 2009 dan hasilnya juga dimuat di Kompas. Bersama Infid, saya melakukan pengukuran Barometer sosial yang merupakan bentuk pemantauan dan audit sosial oleh warga terhadap kinerja dan capaian pembangunan, dimulai dari tahun 2013 hingga 2018. 

Saya menulis sejumlah artikel di jurnal nasional dan internasional, serta menulis buku, di antaranya "Filsafat Timur", "Akar-akar Ideologi", "Kesadaran Plural", "Psikologi Naratif; Membaca Manusia sebagai Kisah", "Hijau Matahari", "Rhapsody Ingatan", dan "Bagaimana Mengisi Hidup". Riset-riset saya di bidang psikologi sosial mencakup topik di antaranya well-being (kebahagiaan), kualitas demokrasi, keadilan sosial, tingkah laku korupsi, profil kepribadian tokoh politik, diri, dan ketimpangan.

Di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, saya pernah menjabat Manajer Kemasiswaan dan Hubungan Alumni (2004-2008), Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat (2008-2011), Ketua Lembaga Penelitian Psikologi (LPPsi-UI) (2013-2014), Ketua Pusat Kajian Teror dan Konflik Sosial (2013-2019), Ketua BIdang Studi Psikologi Sosial (2017-2020), dan Ketua Lab Afek, Kognisi dan Well-Being  Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (2020-sekarang).

Saat ini, saya menjadi Principal Investigator dari Indonesia untuk pelaksanaan hibah Cooperation lndonesia-The Netherlands dari NWO untuk proyek riset berjudul “Resilíent lndonesian Slums Envisioned (RISE): Building on inclusive governance with people and water to make social-ecological interactions more resilient to water-related disasters.”