Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum

About Me
Pandangan Publik

Comments

bondan.kanumayoso's picture

 

Bondan Kanumoyoso lahir di Madiun pada tanggal 11 November 1972. Menempuh pendidikan dasar di Yogyakarta dan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama di Jakarta. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Sejarah di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, tahun 1996. Skripsi yang ditulisnya berjudul “Kepemimpinan di Dalam Nahdlatul Ulama Pada Masa Demokrasi Terpimpin”. Semasa mahasiswa, terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama I pada Fakultas sastra Universitas Indonesia (1995). Pada tahun 2000 menyelesaikan pendidikan Magister Sejarah di Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Tesis yang ditulis adalah “Menguatnya Peran ekonomi Negara: Pengambilalihan Perusahaan-Perusahaan Belanda, 1957-1958”. Tesis ini kemudian diterbitkan dengan judul “Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Belanda di Indonesia” oleh penerbit Sinar Harapan pada tahun 2001. Pada tahun 2002 mendapatkan beasiswa TANAP (Toward a New Age of Partnership) yang dibiaya oleh UNESCO dan pemerintah Kerajaan Belanda untuk menyelesaikan Advanced Master Program di bidang sejarah di Universitas Leiden, Belanda. Pada tahun 2005 menerima beasiswa dari Nuffic Neso pemerintah Belanda untuk melanjutkan ke program Ph.D. Pendidikan Doktor diselesaikan di Universitas Leiden, Belanda, pada tahun 2011 dengan disertasi berjudul “Socio-Economic Developmen in the Ommelanden Batavia, 1684-1740”.

            Pengalaman bekerja diawali pada tahun 1996 dengan menjadi asisten dosen di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Pada tahun 1998 mengajar secara penuh di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang di tahun 2002 berubah menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Pekerjaan sebagai dosen dan peneliti di Program Studi Sejarah masih ditekuni hingga sekarang. Selain bekerja di FIB UI, sejak tahun 2011 sampai sekarang Bondan Kanumoyoso banyak terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam-kegiatan itu Ia diminta menjadi narasumber, penulis buku, editor, juri, asesor, dan penyusun modul dan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Selain itu Bondan juga terlibat dalam kegiatan yang diadakan oleh kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, yaitu: Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia, Arsip Nasional Republik Indonesia, Dinas Sejarah Angkatan Darat Tentara Nasional Republik Indonesia, dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

            Berbagai karya akademis yang pernah dihasilkan antara lain berupa buku, artikel jurnal, book chapter, dan makalah seminar. Beberapa buku yang pernah ditulis antara lain adalah: “Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia” (2001), “Riwayat Monumen Nasional” (2014), dan “Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, Ideologi, dan Spiritualitas Bangsa”, bersama Antonius D.R. Manurung (2021). Sedangkan Book Chapter yang pernah dihasilkan antara lain adalah: “Notarissen en de Slavenhandel in Batavia” dalam Pepijn Brandon et.al (ed.), De Slavernij in oost en West (2020), “Banda Islands and the Treaty of Breda 1667” dalam Osman Bakar et. al., Colonialism in the Malay Archipelago (2020), dan “Los Espanoles y el comercio de las especiasen Indonesia” dalam Javier Serrano Avilles dan Jorge Mojarro (eds.), En el archipielago d ela Especeria: Espana y Molucas en los siglos XVI y XVII (2020).

            Sebagai seorang sejarawan Bondan Kanumoyoso terlibat dalam penyusunan story line dan revitalisasi berbagai museum di Indonesia. Ia menjadi ketua tim penyusunan story line Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari yang ada di Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Museum ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Desember 2018. Selain itu Bondan juga menjadi ketua tim penyusun story line untuk Museum Bang Indonesia di Solo dan di Yogyakarta. Ia menjadi anggota tim penyusun story line untuk Museum Islam Mar’rodh di Masjid Raya Bandung, Museum Kota Tarakan, dan Museum Sejarah Jakarta. Pekerjaan terkait museum yang saat ini sedang Ia kerjakan adalah menjadi tim penyusun story line untuk Museum Universitas Indonesia.

            Aktivitas dalam dunia profesi antara lain menjadi Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia untuk tahun 2011-2016 dan tahun 2016-2021. Bondan Kanumoyoso juga menjadi anggota Dewan Pakar Forum Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Republik Indonesia tahun 2018-2022. Ia juga menjadi anggota Tim Sidang Pemugaran di bawah Dinas Kebudayaan, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk tahun 2020-2023. Tim Sidang Pemugaran bertugas untuk memberikan rekomendasi bagi penyempurnaan rencana konservasi, rehabilitasi, renovasi, restorasi, adaptasi dan revitalisasi bangunan cagar budaya di wilayah DKI Jakarta. Terkait bidang profesi, Bondan Kanumoyoso juga menjadi anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat Pahlawan Nasional yang berada di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia. Tugas tim ini adalah memberikan pertimbangan kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang sosial dalam meneliti dan mengkaji usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional.

            Dalam kehidupan bermasyarakat, Bondan Kanumoyoso terlibat aktif sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila, 2020-2025. Gerakan Pembumian Pancasila adalah Organisasi Masyarakat yang tidak berafiliasi dengan kekuatan politik mana pun dan bersikap independen dalam memperjuangkan pembumian dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Gerakan Pembumian Pancasila antara lain: Pendidikan Pancasila untuk para mahasiswa dalam kegiatan Nation and Personal Character Building, Penguatan Ideologi Pancasila bagi masyarakat dalam Diskursus Ideologi, dan gerakan penguatan pangan dan ekonomi masyarakat dalam Gerakan Pangan Pancasila.